https://www.istockphoto.com/foto/pengiriman-bayi-gm1198321014-342437090

  1. Kuatir alat bantu persalinan seperti kop atau vacuum atau forcep bisa mempengaruhi bentuk kepala janin ibu-ibu? Buat para ibu yang sedang bersiap untuk menghadapi proses persalinan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses persalinan lancar dan sang buah hati dapat segera hadir menjadi anugrah terbaik bagi para ibu. Sering kali jika dalam masa kehamilan atau persiapan persalinan, perhatian sebagian besar orang tua akan tertuju pada sang jabang bayi yang akan segera lahir. Dan jika sebagian besar orang tua ditanya, mereka akan menjawab bahwa bentuk kepala bayi mereka, apakah bundar atau lonjong atau panjang, akan menjadi hal paling sering diributkan, bahkan dikhawatirkan. 
  2. Dan beberapa alat bantu persalinan seperti kop atau vacuum memang bisa mempengaruhi bentuk kepala bayi menjadi lebih lonjong atau panjang. Hal ini bisa saja membuat beberapa orang tua memilih, bahkan cenderung memaksa, persalinan normal tanpa alat bantu diadakan karena takut bentuk kepala anak mereka akan berubah kalau menggunakan peralatan bantu pada saat proses persalinan berlangsung. Sebenarnya, hal ini tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Karena masalah yang seharusnya lebih menjadi pusat perhatian semua orang tua adalah apa pengaruh bentuk kepala bagi sang bayi itu sendiri dan bukan panjang atau pendek ukuran kepala sang buah hati.
  3. Patut diketahui para orang tua, khususnya para ibu yang akan melahirkan bayinya, bahwa perubahan bentuk kepala bayi, terutama selama masa persalinan normal berlangsung, adalah hal yang sangat wajar terjadi. Dalam istilah kedokteran, proses penyesuaian tulang kepala bayi ketika melewati jalur vagina yang sempit disebut sebagai moulase atau mulase. Sekali lagi, proses mulase adalah hal yang sangat wajar dan sama sekali bukan merupakan kelainan. Biasanya, bentuk kepala bayi akan berubah dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu pasca persalinan. Hal yang berbeda, tentu saja, dialami para bayi yang lahir melalui bedah sesar. Jika pada saat operasi kepala bayi belum masuk jalur panggul, bentuk kepalanya menjadi lebih bagus, lebih bulat hampir menyerupai bola mengingat jalur sesar memang dibuat lebih luas dibanding jalur persalinan normal.
  4. Juga perlu disadari para orang tua, khususnya lagi para ibu, bahwa bentuk kepala bayi dipengaruhi tiga hal. Pertama adalah bentuk panggul ibu. Benar bahwa bentuk panggul memang berpengaruh secara tidak langsung pada kepala bayi, namun jika proses persalinan normal berlangsung lama, bisa saja bentuk panggul ibu mempengaruhi bentuk kepala bayinya. Hal kedua adalah berat janin dalam kandungan. Bayi yang berat, karenanya lebih besar, dapat dipastikan akan mengalami kesulitan lebih dibanding bayi yang lebih kecil. Semakin besar dan berat bayi, bisa jadi semakin lama proses persalinan berlangsung karena bayi membutuhkan proses penyesuaian yang lebih lama ketika melewati jalan lahir. Hal ketiga, tentu saja adalah alat bantu persalinan yang kemudian digunakan untuk membantu kelancaran proses persalinan.
  5. Akan tetapi, perhatian para orang tua seharusnya ditujukan bukan pada bentuk kepala bayi, melainkan pada lingkar kepalanya! Lingkar kepala bayi sangat menentukan proses perkembangan otak sang buah hati. Karenanya, selama lingkar kepala bayi mencapai rerata ukuran normal (34 hingga 35 centimeter untuk bayi Indonesia, dan bertambah setengah centimeter tiap bulannya), tidak menjadi masalah jika bentuk kepala bayi sedikit panjang atau lonjong sekalipun. Demikian para ibu dan orang tua, semoga bermanfaat dan melegakan.