Ibu mempunyai peran yang sangat besar terhadap perkembagan otak anak, oleh karena itu mengetahui cara merangsang perkembagan anak sejak usia dini sangat diperlukan oleh para ibu. Perkembagan anak dapat dibagi menjadi 5 tahapan. Tahap pertama yaitu anak usia 0-4 bulan. Jika anak anda dalam rentang usia ini, anda sebagai seorang ibu diharapkan sering memelui dan menimang bayi dengan penuh rasa kasih sayang karena anak dalam usia ini sangat memerlukan perhatian dari orang tuanya terutama dari sang ibu. Belaian, usapan dan pelukan dari sang ibu akan memperkuat mental anak dan anak tidak akan kekurangan kasih sayang jika diperlakukan dengan cara ini.


https://www.istockphoto.com/foto/anak-yang-kuat-dengan-doodle-angkat-beban-di-papan-tulis-untuk-kesadaran-kesempatan-gm1126010209-296240311


Cara kedua untuk merangsang perkembagan anak usia 0-4 bulan adalah dengan menggantung benda-benda dengan warna cerah yang dapat bergerak dan dilihat sang bayi. Biasanya benda-benda tersebut digantung di atas tempat tidur bayi. Cara selanjutnya adalah mengajak bayi berbicara dan tersenyum untuk merangsang otaknya. Anda juga dapat merangsang otak bayi anda dengan memperdengarkannya dengan ayat-ayat Al-Quran atau dengan musik bayi. Tahap selanjutnya yaitu anak usia 4-6 bulan dapat dirangsang perkembangan otaknya dengan cara sering ditengkurapkan, menggerak-gerakkan benda ke kiri dan ke kanan di hadapannya, memperdengarkan bunyi-bunyian dan memberikan mainan yang berwarna warni dan besar untuk merangsang saraf motorik anak.


Tahap ketiga yaitu anak usia 1-2 tahun dapat dirangsang dengan beberapa cara yaitu mengajari anak berjalan di undakan atau tangga, mengajari anak untuk menulis atau sekedar coret-coret di atas kertas, mengajak anak membersihkan mainan, bernyanyi, bermain, dan memberikan pujian kepada anak apabila ia berhasil melakukan sesuatu dengan benar untuk memperkuat mental si anak. Tahap keempat yaitu anak usia 2-3 tahun. Anak pada usia tersebut dapat mulai diajari untuk berpakaian sendiri, pada saat menjelang tidur anak dibacakan cerita-cerita anak, anak diajari makan sendiri, cuci tangan, melihat-lihat buku anak-anak yang penuh warna dan gambar dan mengajari anak untuk buang air besar dan kecil di tempatnya.


Tahap kelima yaitu merangsang perkembangan otak anak usia 3-5 tahun dengan cara meminta anak untuk menceritakan apa yang sudah dilakukannya sepanjang hari, mendengarkan apa yang mereka bicarakan karena hal tersebut dapat menumbuhkan sikap menghargai orang lain, mengajari anak untuk berbicara dengan baik dan benar dan membiarkan anak untuk mencoba hal-hal baru dengan tetap mengawasi apa yang dia lakukan. Selain perkembangan anak pada usia balita, perlu diketahui juga perkembangan anak pada usia bayi (0-12 bulan), masa anak (1-5 tahun), masa sekolah (6-13 tahun) dan masa pubertas (13-18 tahun). Agar dapat memberikan rangsangan otak yang tepat, ibu dan orang tua pada umumnya harus mengetahui tahap-tahap perkembangan anak mulai dari bayi sampai pubertas.


Sebagai seorang orang tua, anda hendaknya mengetahui tentang tahapan perkembangan anak anda dari bayi sampai dewasa sehingga anda dapat memenuhi kebutuhannya. Jika perkembangan anak dapat dirangsang oleh ibu sewaktu anak masih bayi sampai saat dimana ia belum sekolah, peran guru pendidikan anak usia dini (PAUD) juga sangat penting dalam meneruskan pendidikan dan rangsangan orang tua kepada anak mereka. Selain orang tua, guru dan masyarakat juga berperan dalam merangsang perkembangan otak anak jadi apabila anda mencari tempat tinggal, carilah lingkungan yang sehat demi pertumbuhan otak dan mental dalam diri anak anda.