Masa nifas adalah masa transisi bagi seorang ibu. Setelah melewati fase melahirkan yang begitu menyakitkan dan membuat ibu terasa sangat capek, harus terdapat perawatan perawatan yang extra ketat untuk ibu nifas. Perawatan ekstra ini berfungsi untuk kebaikan kesehatan ibu dan juga bayinya juga lho. Jadi jangan anggap remeh perawatan yang harus diberikan untuk ibu yang sedang dalam masa nifas ini. Banyak perawatan yang harus dilakukan untuk ibu di masa nifas. Perawatan pertama yaitu mobilisasi. Maksud dari mobilisasai ini adalah ibu harus bersistirahat dari mobilisasi. Di hari pertama pasca melahirkan, ibu sebaiknya tidur secara terlentang selama 8 jam. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah perdarahan. Kemudian, ibu boleh tidur miring ke kiri, ke kanan dan terlentang, dilakukan secara bergantian. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah thrombosis dan tromboeboli. Pada hari kedua pasca melahirkan ibu harus bisa duduk. Dan di hari ketiga, ibu harus jalan jalan dan selanjutnya, ibu bisa diperkenankan untuk pulang dari rumah sakit.

https://pixabay.com/id/illustrations/kehamilan-mama-ibu-hamil-hamil-2700659/



Perawatan yang kedua adalah perawatan makanan. Ibu yang sedang nifas harus diberikan makanan yang bernutrisi tinggi dan bergizi. Makanan yang mengandung banyak cairan juga sangat bagus untuk ibu dalam masa nifas. Dengan memberikan asupan gizi yang lebih  bagus untuk ibu nifas, maka itu akan mengurangi dampak semakin parahnya kondisi homokonsentrasi. Perlu anda ketahui bahwa ibu dalam masa nifas ini pasti mengalami homokonsentrasi, maksudnya adalah selain memperhatikan dirinya sendiri, dia juga harus memperhatikan bayinya. Jadi agar kebutuhan keduanya terpenuhi, ibu harus mengkonsumsi makanan yang padat gizi dan nutrisi.

Selain itu, ibu dalam masa nifas harus secepat mungkin bisa buang air kecil. Jika tidak, hal ini ditakutkan akan terjadi infeksi.Semua tahu bahwa setelah melahirkan pasti sulit untuk buang air kecil karena adanya tekanan kepala janin sehingga tidak jarang juga ibu yang mengalami sulit kencing pasca persalinan. Namun, jika kesulitan itu berkepanjangan, sebaiknya digunakan metode kateterisasi. Kemudian, setelah hari ke 3, ibu harus sudah bisa buang air besar. Jika hal ini tidak dilakukan, ditakutkan akan terjadi pengendapan feses di rectum dan bisa mengakibatkan demam. Jadi, solusi buat ibu yang susah buang air besar pasca persalinan, sebaiknya berikan obat pencahar.

Kesemua itu adalah perawatan kesehatan yang harus dilakukan untuk ibu di dalam masa nifas atau pasca melahirkan. Selain perawatan itu, ibu bisa juga menjalai perawatan lainnya seperti menggunakan gurita dan mengenakan selendang atau jarik. Menggunakan gurita ini diaksudkan untuk mengencangkan perut anda setelah hamil. Pastinya, in berfungsi untuk mengembalikan bentuk tubuh anda yang sempat membengkak sekian bulan. Menggunakan jarit juga tentu ada manfaatya, yaitu mencegah posisi kaki yang melebar. Sudah pasti jika pasca melahirkan, posisi kaki ibu akan sedikit melebar karena merasakan sakit di bagian vagina. Jadi, untuk mencegah kebiasaan itu, jarit bisa digunakan. Kemudian, perhatkan posisi tidur anda. Jangan sampai anda tidur seperti anda tidak sedang masa nifas. Posisi tidur yang baik untuk ibu nifas yaitu posisi kaki lurus dan menggunakan bantal yang lebih tebal dari biasanya. Nah, itulah beberapa tips untuk ibu yang sedang menjalani masa nifas. Tentu menjalani beberapa tips itu akan sangat bermanfaat untuk kesehatan anda pasca melahirkan. Dengan menjalankan tips tips di atas, semoga ibu bisa lekas sembuh dan sehat sehingga bisa menguus bayi serta melakuka kegiatan sebaik mungkin.